Kamis, 25 Juni 2020

Kata-kata Bijak: Salim A Fillah

Kata-kata Bijak: Salim A Fillah

Salim A Fillah
Salim A. Fillah 
Penulis Indonesia


"Jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya."


"Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa bantuan cermin. Ada sudut pandang yang tak bisa kita pahami tanpa ketelitian telaah saudara"
 
"Keputusan yang salah dari sebuah musyawarah, jauh lebih baik daripada pendapat pribadi, betapapun benarnya"

Menikah bukan mencari bahagia, tapi untuk beribadah. Bahagia hanyalah makmum dari ibadah dan berkah dalam sebuah pernikahan


Selama perjalanan menuju pernikahan, tak ada bekal yang lebih penting untuk engkau persiapkan melebihi niat dan ilmu


Menikah itu sekarang hanya sekedar keraguan ikhwan dan penantian akhwat.


Di antara undangan nan paling berhak dipenuhi; undangan pernikahan. Moga Allah kurniakan daya dan kekuatan pada kami tuk menghadiri.


Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci.. Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi.. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita.


Duhai yang menjadikan istighfar bagian dari hidangan sahurnya; airmata taubatmu lebih berkilau dari butir-butir permata


Apabila luas ilmu seseorang; meluaslah penerimaannya dengan benar pada sesiapa yang berbeda darinya. Jika sempit; sempit pula kemaklumannya


Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.


Bahwa berdoa bukanlah memberi tahu Allah hajat-hajat kita, sebab dia maha tahu. Berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb yang maha kuasa, agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, ataupun yang di simpan untuk kita.


Kisah terbaik adalah kisah yang berliku-liku. Cerita terbaik adalah hidup yang berwarna-warni


Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti. Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran. Karena terkadang penantian membuka pintu-pintu syaithan.


Adalah niscaya bagi kita memasuki pernikahan dengan komitmen iman. Dengan asmaNya kita melepas sauh hingga di surga kelak berlabuh.


Dalam islam tidak ada istilah pernikahan dini dan telat menikah, semua adalah takdir ilahi yang telah dituliskan berjuta-juta tahun yang lalu.




0 komentar:

Posting Komentar